Cerdas Membaca, Kreatif Menulis

November 28, 2017
Cerdas Membaca, Kreatif Menulis

Sangat disayangkan bahwa minat baca bangsa Indonesia menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara berdasarkan studi "Most Littered Nation In the World" yang dilakukan oleh Central Connecticut State University pada Maret 2016. Kurangnya minat baca, rata-rata disebabkan oleh perkembangan teknologi dan tidak pandai mengatur waktu.

Kebiasaan berlama-lama di depan gawai membuat orang jadi semakin malas membaca buku atau media cetak lainnya. Jemari tangan aktif membalas pesan dari teman, pacar, maupun gebetan karena dianggap lebih penting. Sibuk membuka aplikasi media sosial dan pasif ketika diajak bicara. Menganggap gawai adalah segalanya merupakan tanda kecanduan teknologi.

Segala sesuatu harus proporsional, jangan berlebihan. Berlebihan akan mengurangi produktivitas seseorang. Waktu banyak tersita jika larut dalam media sosial. Bukankah fungsi sebenarnya dari media sosial ialah sebagai sarana hiburan dan sumber informasi? Sekadar menghilangkan penat, bolehlah asyik 'bermain' gawai. Tapi harus ingat waktu. Sempatkanlah waktumu untuk membaca buku.

Tak perlu berlama-lama. Sekadar latihan, cukup 15-20 menit tiap hari. Asalkan rutin membaca, kamu bakal mencintai buku. Seperti ungkapan dari mbak Nana (Najwa Shihab), "Cuma perlu satu buku untuk jatuh cinta pada membaca. Cari buku itu. Mari jatuh cinta.Jika ingin menekuni bidang kepenulisan, kamu harus mencintai buku. Ngaku hobi menulis tapi tak suka membaca, omong kosong. Membaca dan menulis merupakan keterikatan alamiah. Jadi pemuda harus cerdas dalam membaca, entah membaca tulisan maupun membaca keadaan.

Kita dituntut untuk mengikuti perkembangan zaman, salah satunya harus cerdas dalam membaca. Tak sekadar itu, kita juga harus menguasai skill kepenulisan. Cerdas membaca, kreatif menulis. Itulah prinsip yang wajib dipegang para pemuda. Skill kepenulisan sangat erat hubungannya dengan dunia pekerjaan. Makalah, laporan, dan semua informasi penting perlu ditulis sebaik mungkin, karena jika ditulis dengan tata bahasa asal-asalan niscaya akan ada orang yang salah paham. Maka dari itu, untuk menghindari kesalahpahaman diperlukan tata bahasa yang baik dan benar dengan gaya bahasa yang renyah agar pembaca tidak cepat bosan.

Akhir kata, saya tegaskan sekali lagi perkembangan zaman saat ini menuntut kita agar cerdas dan kreatif. Cerdas membaca akan mengubahmu menjadi pribadi yang kritis. Kritis dalam arti mampu menyikapi sesuatu dengan bijak sesuai konteksnya. Bukan hanya diam ketika dihadapkan pada persoalan. Mumpung masih muda rajin-rajinlah membaca, barangsiapa yang rajin membaca ialah mereka yang peduli dengan masa depan negaranya.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.