Alasan "Aku Gak Suka Cowok Perokok" Hanyalah Omong Kosong

Desember 22, 2017
Boleh Merokok

"Aku gak suka cowok perokok" hanyalah sebuah omong kosong, yang menjadi pengalihan alasan agar si cowok tidak merasa tersinggung. Sebagian kaum hawa menjawab, ketika ditanya suka cowok perokok atau bukan, jawabannya sama "aku gak suka cowok perokok". Suka cowok perokok bukan berarti suka pada kebiasaannya merokok melainkan pada sikap dan perilaku maupun pemikiran tanpa memandang cowok tersebut merokok apa tidak.
Jawaban "aku gak suka cowok perokok" hanyalah isapan jempol belaka, sebagai pengalihan alasan. Rata-rata cewek yang menjawab seperti itu sebenarnya tidak benar-benar "gak suka" pada rokoknya, melainkan karena ketidaksukaan pada penampilan fisik maupun sikap dari cowok tersebut. Lantas dijadikan alasan untuk menolak cowok itu agar si cowok tidak merasa tersinggung. Alasan tersebut sudah basi, kenapa tidak jujur dengan apa yang sebenarnya disimpan dalam hati.
Saya yakin, tidak semua cewek seperti itu. Ada juga cewek yang benar-benar tidak suka pada rokoknya. Lantas memaksa cowok tersebut berhenti merokok dan si cewek bersedia dipacari atau dinikahi apabila cowoknya sepakat dengan paksaan si cewek. Cewek yang berani jujur layak diberikan apresiasi, langsung to the point apa yang sebenarnya tidak disukai. Tapi, jika hanya beralasan "aku gak suka cowok perokok" tanpa ada kejelasan maupun memaksa si cowok berhenti merokok lantas pergi begitu saja dan jadian bahkan menikah dengan cowok lain yang juga merokok, bisa dikatakan itu bullshit.
Banyak kalangan aktris yang cowoknya atau suaminya juga merokok, bahkan kakekmu, ayahmu, maupun saudaramu pasti ada yang merokok. Merokok itu pilihan, jalan hidup setiap orang. Terimalah apa adanya, jangan mengkambinghitamkan. Jika kamu mengkambinghitamkan rokok sama halnya kamu juga mengkambinghitamkan tembakau. Padahal tembakau ialah juru penyelamat para buruh dan petani tembakau. Tembakau dijadikan ladang mencari nafkah oleh mereka supaya dapur di rumahnya tetap ngebul.
Kesampingkan dulu persoalan kesehatan yang sering dijadikan legitimasi gerakan anti rokok. Menurut saya, tembakau merupakan salah satu ciptaan Tuhan yang sebagian orang tidak paham apa sebenarnya tujuan atas penciptaan tembakau. Bagi saya, tujuan diciptakannya tembakau ialah untuk dijadikan bahan baku "nginang" sekaligus pembuatan rokok. Bukankah Tuhan menciptakan sesuatu tidak sia-sia? Segala yang diciptakan Tuhan pasti ada tujuannya sekalipun kita belum paham mengenai tujuan sebenarnya penciptaan tembakau.
Saya tetap berprasangka baik pada Tuhan bahwa tembakau memang diciptakan untuk bahan baku pembuatan rokok/kretek. Sudah berapa banyak pertemanan yang dimulai dari sebatang rokok dan pinjaman korek? Sudah berapa banyak obrolan yang disitu ada rokoknya? Dan sudah berapa banyak silaturahmi yang terjalin karena rokok? Terlepas dari legitimasi efek kesehatan, rokok adalah salah satu cara menjalin silaturahmi dengan sanak saudara, tetangga, maupun teman lama. Jadi, tidak bisa disimpulkan secara mutlak rokok itu haram karena setiap orang punya pendapat masing-masing.

Ini bukan curhat, melainkan penyampaian pendapat dari hasil pemikiran. Terserah kalau tetap ngotot menganggap ini curhat. Ya bodo amat. Kalau memang kamu (cewek) tidak suka dengan cowok perokok, berikan penjelasan baik-baik, jangan langsung meninggalkan. Jika memang terpaksa meminta cowok berhenti merokok, ya itu terserah kamu. Keputusan ada di tanganmu, tapi jika si cowok menolak paksaanmu untuk berhenti merokok, tolong dicarikan solusi terbaiknya. Kan bisa tuh si cowok ketika ingin merokok menjauh dulu dari cewek atau keluarga. Setelah rokoknya habis, cuci tangan baru mendekat lagi. Sesederhana itu.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.