Jurusan Kuliah Itu Selera, Bukan Kehendak Orang Tua

Januari 27, 2018
Jurusan Kuliah

Berbicara mengenai kuliah, seringkali saya mendengar istilah "salah jurusan". Apa benar begitu? Kalaupun benar mengapa sebagian orang ada yang tidak kerasan pada jurusannya? Penyebabnya apa? Mengenai pemilihan jurusan, menurut saya hal itu merupakan selera masing-masing orang. Pun juga sama seperti selera makanan atau minuman. Tiap orang mempunyai seleranya sendiri. Ada yang suka kopi, ada yang suka teh, ada yang suka susu, ada yang suka sate, ada yang suka nasi goreng, dan lain sebagainya.

Kita tak berhak memaksa seleranya orang, dalam hal ini seleranya anak. Anak Anda yang beranjak dewasa berhak menentukan pilihan. Biarlah mereka menemukan jalan hidupnya. Sebagai orang tua hanya berhak mengarahkan anak bukan menentukan pilihan. Keputusan akhir ada di tangan anak Anda. Kecuali jika argumen Anda cukup logis untuk meyakinkan anak. Barulah Anda berhak memutuskan. Misal ada orang tua melarang anak laki-laki memilih jurusan tata rias atau kecantikan (naudzubillah). Itu adalah hal yang wajar.

Ngapain laki-laki masuk jurusan tata rias/kecantikan? Sama juga ketika ada perempuan memilih jurusan teknik mesin. Kurang pantas lah menurut saya. Tidak sesuai dengan kodrat. Pilihlah jurusan yang sekiranya umum, yang sekiranya tidak bertentangan dengan kodrat. Berikan kebebasan pada anak tapi bukan sebebas-bebasnya. Ada aturan/norma yang berlaku seperti penjelasan saya di atas. Diskusikan secara kekeluargaan bukan pemaksaan. Ingat, jurusan itu selera bukan kehendak orang tua.

Terkadang sebagian orang tua memaksa anaknya masuk ke jurusan tertentu. Lantas memarahi anaknya jika tidak menurut. Wahai orang tua, negara kita negara demokrasi. Setiap orang mempunyai hak bersuara, hak menyampaikan pendapat, hak untuk memilih. Kenapa harus dipaksakan? Bukankah segala hal yang dipaksakan itu tidak baik? Toh yang menjalani proses juga anak Anda. Jangan membebani psikisnya anak. Pemilihan jurusan termasuk hak prerogatifnya anak. Orang tua hanya memfasilitasi bukan eksekutor.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.