Pernyataan Sikap Terhadap Kaum LGBT

Februari 15, 2018
Gender

Akhir-akhir ini seringkali saya membaca sekilas mengenai berita/opini terkait kaum LGBT (Lesbian, Gay, Bisex, Transgender). Apa itu LGBT?? LGBT ialah suatu bentuk penyimpangan seksual yang tidak sesuai dengan hukum Tuhan dan norma-norma sosial kemasyarakatan. Ia disebut lesbian jika sesama perempuan menjalin hubungan layaknya sepasang kekasih atau seorang perempuan "menyukai" perempuan. Sebaliknya, ia disebut gay apabila seorang laki-laki memiliki ketertarikan terhadap laki-laki dan menjalin hubungan.

Sedangkan bisex, ia memiliki ketertarikan dengan sesama jenis maupun lawan jenis, dua-duanya tertarik. Dan kurang satu lagi yaitu transgender. Transgender merupakan operasi perubahan jenis kelamin yang dikarenakan tidak sesuai dengan keinginan. Terlahir sebagai laki-laki tapi ingin jadi perempuan, akhirnya dioperasi. Begitu pun sebaliknya. Menurut saya hal-hal semacam itu tak perlu diperdebatkan. Permasalahannya sudah jelas, yaitu suatu bentuk penyimpangan seksual.

Daripada berdebat, alangkah baiknya diskusikan dulu dengan pihak-pihak yang berwenang, dalam hal ini pemuka agama (agama manapun tanpa kecuali), perwakilan pemerintah, psikolog, dan kalangan intelektual. Dalam diskusi tersebut, harus ada kesepakatan atau kesimpulan yang disetujui oleh mayoritas peserta. Setelah disepakati, kemudian dibuat peraturan untuk menyikapi kaum LGBT. Dari sudut pandang saya, kaum LGBT tak perlu dikriminalisasi lebih tepatnya direhabilitasi. Pantang untuk dilegalkan.

Mengapa? Ya karena segala bentuk penyimpangan seksual tidak sesuai dengan hukum agama dan norma-normal sosial. Jauhi mereka, jangan bergaul dengan mereka jika merasa risih atau jijik. Mereka juga manusia, sama seperti orang-orang normal. Mereka butuh makan butuh minum dan kita tidak berhak memberi hukuman kepada mereka dengan jalan kekerasan, apalagi sampai dibunuh. Kita doakan saja, semoga Tuhan menyadarkan mereka.

Penyimpangan seksual bukan takdir Tuhan, melainkan suatu bisikan negatif dalam diri seseorang untuk berperilaku menyimpang. Agama manapun tidak mengajarkan perilaku tersebut. Tuhan menciptakan Adam dan Hawa dengan tujuan menjadi pemimpin di muka bumi, tidak berbuat kerusakan, sekaligus memaknai bahwa kita ini memang diciptakan Tuhan berpasang-pasangan. Sebisa mungkin bagi kita yang normal, hindari perdebatan dengan siapapun dan pihak manapun yang mendukung kaum LGBT dalam hal melegalkan penyimpangan tersebut.

Argumen mereka hanyalah sebuah pembenaran untuk menggoyahkan pemikiran kita terhadap LGBT. Jelas-jelas penyimpangan LGBT melanggar hukum agama. Kenapa mesti diperdebatkan? Buang-buang waktu dan percuma. Untungnya apa kita berdebat tentang pro kontra LGBT? Sudahlah, ikuti saja aturan agama. Dalam Pancasila khususnya sila pertama juga menyatakan bahwa Indonesia ialah negara beragama, negara yang percaya Tuhan. Segala bentuk penyimpangan seksual jangan sampai dilegalkan.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.